Masalah Ekonomi
Resume
Masalah
ekonomi tersebut tidak akan pernah ada habisnya, kenapa? Karena didalam setiap
masalah ekonomi pasti terdapat masalah lainnya, setelah menyelesaikan masalah
yang satu, pasti masalah yang lain akan muncul. Masalah ekonomi harus ditangain
dengan sangat hati-hati karena masalah ekonomi sangat rumit dan banyak.
Sebenarnya masalah ekonomi bukan
hanya sebuah masalah yang harus diatasi oleh pakar ekonom saja. Masalah ekonomi
ini adalah sebuah masalah yang harus dicari solusinya secara bersama.
Tambahan Materi
Masalah ekonomi adalah masalah
yang berkenaan dengan ekonomi. Sedangkan masalah ekonomi adalah masalah yang
lekat kaitannya dengan segala aktivitas untuk memenuhi kebutuhan hidup
sehari-hari. Mulai dari jual beli, tawar menawar, atau ekspor impor.
Berikut
ini beberapa contoh Masalah Ekonomi yang popular :
1. Kemiskinan
Ya, masalah ini selalu
menghantui dari satu pemerintah ke pemerintah lainnya. Masalah kemiskinan tidak
akan pernah tuntas dibahas karena akan terus menerus muncul. Dalam banyak buku
literatur ekonomi bahkan disebut tujuan penting ilmu ekonomi ialah
menghilangkan kemiskinan.
Yang dimaksud miskin disini
adalah ketidak mampuan dari seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Atau
ketidak mampuan dari pekerjaan yang telah dimiliki untuk menghasilkan uang yang
cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup seseorang.
Dari definisi ini, kemiskinan
akan berkaitan erat dengan tersedianya lapangan kerja yang cukup bagi seluruh
penduduk.selain itu, masalah kemiskinan ini juga berkaitan dengan besarnya
jumlag penghasilan setiap penduduk dari suatu negara.
Dalam hal ini, Indonesia
tergolong sebagai salah satu negara yang berada di bawah garis kemiskinan. Hal
ini terjadi karena banyak sekali penduduk Indonesia yang memiliki penghasilan
yang menjadi standar internasional yaitu dua dolar atau sekitar delapan belas
ribu per harinya.
2. Kesejahteraan
Contoh masalah ekonomi yang
kedua adalah perihal kesejahteraan. Nah, ini lawan kata dari kemiskinan.
Masalah ini tergolong populer dalam ekonomi karena pada hakikatnya manusia
selalu ingin kaya, makmur, dan banyak uang. Semua itu tertuju pada satu kata :
kesejahteraan.
Sebagai lawan dari kata miskin,
sejahtera memiliki arti kemampuan untuk mencukupi seluruh kebutuhan hidupnya.
Sehingga tak ada kata sulit untuk memnuhi kebutuhan ini. Atau dengan kata lain,
bahwa seseorang memiliki uang dari pendapatan kerja atau usahanya yang cukup
untuk membeli barang-barang guna untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Masalah ini pun juga erat
kaitannya dengan kemiskinan. Sebuah negara yang sebagian besar penduduknya
sudah sejahtera pasti penduduknya sedikit yang miskin. Begitu pula sebaliknya.
3. Lapangan Pekerjaan
Lapangan pekerjaan menjadi
contoh masalah ekonomi selanjutnya. Masalah ini akan selalu krusial
diselesaikan karena membengkaknya peminat kerja sedangkan lapangan pekerjaan
kian menyempit. Eksesnya, postur ekonomi Indonesia didominasi 80% oleh sektor
informal. Mereka umumnya bekerja sebagai pedagang kaki lima, usaha kecil
menengah, dst.
Masalah lapangan pekerjaan ini
juga berkaitan dengan masalah kemiskinan dan kesejahteraan. Seseorang yang
memiliki pekerjaan yang layak tentu akan jauh dari kata miskin karena ia mampu
untuk mencukupi seluruh kebutuhannya.
Lain halnya dengan seseorang
yang masih sulit untuk menemukan sebuah pekerjaan. Ia tentunya tak selalu punya
uang untuk memenuhi kebutuhannya.
Pemerintah seharusnya lebih
konsen untuk dapat memecahkan masalah ketersediaan lapangan kerja yang cukup
bagi penduduknya. Saat ini lebih banyak jumlah pencari kerja daripada lapangan
kerja yang ada. Hal ini dapat dibutktikan dengan selalu berjubelnya sebah Job
Fair atau bursa kerja yang diadakan.
Pemerintah dapat menciptakan
lapangan pekerjaan yang padat karya yang dapat menyerap begitu banyak tenaga
kerja. Atau pemerintah juga dapat memberikan kemudahan bagi pengusaha-pengusaha
baru untuk menciptakan lapangan kerja yang baru.
Selain memberikan kemudahan
ijin, juga mendukung seluruh program perusahaan atau juga dapat dilakukan
dengan memberikan pinjaman-pinjaman seperti Kredit Usaha Kecil untuk dapat
digunakan mengembangkan usaha yang ada.
4. Harga
Setiap perayaan hari besar
keagamaan masalah ekonomi yang satu ini akan selalu muncul ke permukaan.
Apalagi kalau menyangkut sembilan bahan pokok (sembako). Masyarakat sensitif
sekali dengan masalah harga, apalagi ibu rumah tangga yang suka ngedumel kalau
harga-harga sembako membumbung tinggi.
Harga barang akan melambung
tinggi tanpa kontrol. Yang dijadikan alasan terjadinya kenaikan harga ini
adalah lebih banyaknya permintaan dari pada kesediaan barang. Inilah yang
membuat harga menjadi naik.
Upaya penyelesaian yang
dilakukan pemerintah kita biasanya adalah dengan mengadakan operasi
pasar.sebenarnya, bentuk penyelesaian ini adalah penyelesaian masalah yang
tidak langsung mengena pada inti permasalahannya.
Seharusnya pemerintah memiliki
kemampuan untuk menentukan harga di pasaran. Tidak hanya mengadakan inspeksi
mendadak atau pun sekedar penyuluhan-penyuluhan yang bersifat tak praktis.
5. Profit
Ilmu ekonomi pasti selalu
membahas masalah yang satu ini. Bagaimana kita mampu menaikkan laba dengan
sekecil kecilnya modal. Itu adalah prinsip utama ekonomi.
Dalam menjalankan sebuah usaha,
akan dipikirkan dengan matang-matang bagaimana mendapatkan keuntungan yang
sebesar-besarnya. Dalam kehidupan masyrakat sekarang, segala hal akan dilakukan
untuk mengejar keuntungan ini baik itu hal yang baik atau pun hal yang buruk.
Misalnya, di saat terjadinya
kenaikan harga, para pedagang akan melakukan apa pun untuk mendapatkan untung
yang besar seperti memberikan pengawet jenis formalin ke barang-barang mereka
agar barang tersebut tak mudah busuk dan tetyap dapat dijual dengan penampilan
yang bagus dalam waktu yang lama.
6. Sistem Ekonomi
Sistem ekonomi pasti akan selalu
beragam tiap negara. Sebut saja kapitalisme, sosialisme, mix (campuran), dsb.
Namun, sekarang ini dunia disebut sebut memasuki fase non ideologis, dimana
corak sistem ekonomi tersebut melebur menjadi satu.
7. Inflasi
Ya, bagi yang bergelut dengan
lingkup makro akan terus berkutat dengan masalah yang satu ini. Secara
sederhana inflasi bisa diartikan sebagai situasi dimana harga terus menerus
mengalami kenaikan.
Inflasi ini memang berkaitan
dengan harga. Sebenarnya pemerintah memiliki hak untuk dapat mencegah
terjadinya kenaikan harag atau inflasi ini. Jika jumlah permintaan naik,
pemerintah juga dapat melakukan banyak hal untuk mencukupi kenaikan permintaan
ini.
8. Pertumbuhan Ekonomi
Dari kacamata makro pertumbuhan
ekonomu suatu negara mencerminkan menggeliatnya atau menurunnya situasi ekonomi
suatu negara. Pertumbuhan ekonomi ini bisa dipandang dari aspek produk domestik
bruto (PDB), total ekspor impor, dst.
Pertumbuhan identik dengan
tingkat kesejahteraan. Namun juga haruslah diperhatikan dengan pemerataan
kesejahteraan tersebut. Bisa jadi seseorang memiliki pendapatan yang tinggi
namun di sisi lain, ada sebagian orang yang memiliki pendapatan yang sangat
rendah.
9. Hutang
Berapa banyak sebuah negara
memiliki utang? Bahkan ilmu ekonomi kontemporer mengenal istilah debt trap
(perangkap hutang). Sebuah analisis masalah untuk mengetahui apakah negara
pengutang tersebut telah terjerat ke dalam perangkap hutang.
Hutang biasa dilakukan jika
pendapatan tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan yang ada. Negara kita ini
dapat dikategorikan sebagai negara yang begitu mudah untuk berhutang. Hal ini
dapat disebabkan karena memang sumber utama pendapatan kita bertumpu pada
pajak.
Sebenarnya Indonesia adalah
negara yang kaya. Berapa banyak sumber kekayaan alam yang etrkandung di bumi
kita mulai dari kekayaan barang tambang, minyak bumi, hutan,air dan masih
banyak lagi. Sayangnya semua itu tak dapat dikelola sendiri oleh negara untuk kesejahteaan
masyarakat.
Pemerintah menyerahkan
pengelolaannya kepada swasta atau asing sehingga sedikit sekali keuntungan yang
diperoleh. Dengan sedikitnya keuntungan ini maka sedikit pula pendapatan yang
diterima. Hal ini menyebabkan sulitnya untuk memenuhi kebutuhan. Dan ini
mengharuskan untuk berhutang ke luar negeri.
Masalah hutang ini tidak
berhenti sampai disini saja.saat ini yang dinamakan hutang pastilah memiliki
bunga. Besar bunga pun sangat beragam dan biasanya sangatlah tinggi besarnya.
Jadi selain membayar hutang, juga ada kewajiban untuk membayar bunganya.
10. Ekonomi Politik
Era sekarang ini ilmu ekonomi
tidak bisa berdiri sendiri. Masalah ekonomi tidak bisa diselesaikan dengan
memakai pandangan tunggal. Sebab itu politik terintegrasi untuk melihat
permasalahan secara lebih luas dan dalam.
Ekonomi politik ini diperlukan
untuk dalpat menyelesaikan semua permasalah ekonomi yang ada termasuk contoh
masalah ekonomi yang disebutkan di atas.
Kebijakan ekonomi
Kebijakan ekonomi adalah mengacu pada tindakan sebuah kebijakan
pemerintah dalam mengambil kebijakan atau keputusan di bidang ekonomi,
kebijakan ini dapat pula mencakup didalamnya sistem untuk menetapkan sistem perpajakan,
suku bunga dan anggaran pemerintah serta pasar tenaga kerja, kepemilikan
nasional, dan otonomi daerah dari intervensi pemerintah ke dalam perekonomian.
Kadang kala kebijakan semacam ini sering terpengaruh juga oleh
lembaga-lembaga internasional seperti International Monetary Fund atau Bank
Dunia serta keyakinan politik dari pihak-pihak yang memegang kekuasaan negara
saat itu.
Kebijakan Ekonomi Indonesia beserta Tujuannya.
Kebijakan ekonomi
adalah mengacu pada tindakan sebuah kebijakan pemerintah dalam mengambil
kebijakan atau keputusan di bidang ekonomi, kebijakan ini dapat pula mencakup
di dalamnya sistem untuk menetapkan sistem perpajakan, suku bunga dan anggaran
pemerintah serta pasar tenaga kerja, kepemilikan nasional, dan otonomi daerah
dari intervensi pemerintah ke dalam perekonomian. Kebijakan ekonomi merupakan
seperangkat perencanaan yang mengacu pada tindakan, pernyataan, dan pengaturan
yang dibuat oleh pemerintah dalam mengambil keputusan di bidang ekonomi
dan menyangkut kepentingan umum. Semua kebijakan ekonomi yang dibuat oleh
pemerintah pasti memiliki tujuannya masing-masing, diantaranya:
1. Untuk mengontrol lajunya
pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,
2. Untuk meningkatkan kenaikan
standar hidup rata-rata, dan
3. Inflasi rendah.
Terkadang kebijakan semacam ini
sering dipengaruh juga oleh lembaga-lembaga internasional seperti International
Monetary Fund atau Bank Dunia serta keyakinan politik dari pihak-pihak yang
memegang kekuasaan Negara saat itu.
Berbagai Kebijakan
Ekonomi di Indonesia
Setiap pemerintahan suatu negara
pasti memiliki kebijakan ekonomi untuk menjaga stabilitas perekonomiannya demi
kesejahteraan masyarakatnya. Indonesia memiliki kebijakn ekonomi dimulai dari
kebijakan ekonomi moneter, kebijakan ekonomi fiskal, kebijakan ekonomi baik
mikro dan makro, dan sebagainya.
A.
Kebijakan Moneter
Kebijakan Moneter adalah
tindakan yang dilakukan oleh penguasa ( otoritas) moneter ( bank sentral) untuk
memengaruhi jumlah uang yang beredar di masyarakat. Tujuan kebijakan moneter
ada dua yaitu umum dan khusus.
- Tujuan umum
kebijakan moneter untuk memengaruhi kondisi perekonomian agar sesuai dengan
yang dikehendaki yakni dengan adanya pertumbuhan ekonomi.
- Tujuan khusus
kebijakan moneter untuk menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar untuk
mencapai target-target tertentu dalam bidang ekonomi.
Kebijakan moneter dibagi 2
instrumen, yaitu :
1. Kebijakan moneter
kuantitatif
Kebijakan moneter yang bersifat
kuantitatif biasanya berupa campur tangan bank sentral secara langsung terhadap
kebijakan perbankan.
Adapun beberapa instrumen yang
termasuk kebijakan moneter kuantitatif, yaitu:
a) Operasi
pasar terbuka
Yaitu kebijakan pemerintah dalam
memperjualbelikan surat berharga pada masyarakat.
b) Politik
diskonto
Yaitu kebijakan pemerintah untuk
memengaruhi nilai dan jumlah uang yang beredar dengan instrumen yang digunakan
adalah tingkat suku bunga pada bank- bank umum.
c) Kebijakan
kas ratio ( persediaan kas)
Yaitu kebijakan pemerintah untuk
memengaruhi nilai dan jumlah uang yang beredar dengan instrumen dana cadangan
ke dunia ( cash Ratio) yang tersedia di bank umum.
d) Kebijakan
Uang Longgar ( Easy Money)
Yaitu kebijakan yang digunakan
untuk mengatasi deflasi ( menambah jumlah uang yang beredar) yang dipakai
pemerintah untuk mempermudah syarat kredit dengan tujuan meningkatkan produksi.
e) Kebijakan
Uang Ketat ( Tight Money )
Yaitu kebijakan yang digunakan
pemerintah dengan menerapkan kredit selektif untuk membatasi jumlah uang yang
beredar ( menekan laju inflasi ).
2. Kebijakan Moneter Kualitatif
Kebijakan moneter yang bersifat
kualitatif biasanya berupa pengawasan dan imbauan bank sentral kepada kegiatan
perbankan. Jadi, bank sentral tidak campur tangan secara langsung.
Adapun beberapa instrumen yang
termasuk kebijakan moneter bersifat kualitatif, diantaranya:
a) Pengawasan
pinjaman secara selektif ( kredit selektif)
Yaitu kebijakan yang digunakan
untuk mengendalikan dan mengawasi corak pinjaman dan investasi yang dilakukan
oleh bank-bank.
b) Imbauan
Moral ( Moral Suasion)
Yaitu kebijakan yang diambil
oleh Bank Indonesia untuk memengaruhi setiap lembaga keuangan dan individu yang
bergerak dalam bidang moneter melalui himbauan agar mereka bertindak sesuai
dengan otoritas moneter ( BI ).
B. Kebijakan Fiskal
Kebijakan fiskal adalah kebijakan
pemerintah mengenai pengeluaran dan penerimaan negara. Kebijakan fiskal
mencakup 2 instrumen yaitu:
1. Kebijakan fiskal bersifat
kuantitatif
Yaitu mengenai jumlah uang yang
akan dibelanjakan .
2. Kebijakan fiskal bersifat
kualitatif
Yaitu mencakup skala prioritas
dalam pembelanjaan.
C. Kebijakan Ekonomi
Mikro dan Makro
Adapun contoh dari kebijakan
pemerintah dalam ekonomi mikro, yaitu :
a) Penetapan Harga Minimum
Penetapan ini dilakukan oleh
pemerintah untuk melindungi produsen.
b) Penetapan Harga
Maksimum
Penetapan ini dilakukan oleh
pemerintah untuk melindungi Konsumen.
Adapun contoh dari kebijakan
pemerintah dalam ekonomi makro, yaitu :
a) Penentuan Tingkat Bunga
Bank
Kebijakan ini akan dilakukan
oleh pemerintah jika inflasi sudah terlampau tinggi.
b) Penambahan Jumlah uang
yang beredar
Kebijakan ini akan dilakukan
pemerintah jika terjadi deflasi .
Tujuan Kebijakan Ekonomi
1. Mewujudkan
pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
Tujuan ini dapat dicapai dengan
bertambahnya kuantitas dan kualitas factor-faktor produksi
dalam jangka panjang seperti tenaga kerja, modal dan
teknologi, sehingga kapasitas produksi nasional terus dapat ditingkatkan.
2. Mewujudkan keadaan
ekonomi yang stabil.
Keadaan ekonomi yang stabil
dapat dicapai dengan kestabilan tingkat pendapatan dan penggunaan tenaga kerja
yang penuh. Kekurangan pengeluaran agregat merupakan faktor yang terpenting
yang menimbulkan keadaan tersebut. Kebijakan-kebijakan pemerintah yang berusaha
menambah pengeluaran agregat biasanya hanya mampu mengurangi pengangguran
tetapi tidak selalu dapat mencapai kegiatan perekonomian pada penggunaan tenaga
kerja.
3. Menghindari inflasi.
Tingkat inflasi dapat
dikendalikan dengan menjaga kestabilan dalam tingkat harga, kestabilan ekspor
dan impor yang menjamin keamanan neraca pembayaran.
4. Penggunaan tenaga
kerja penuh tanpa inflasi.
Dua tujuan ini sulit diciptakan
sekaligus karena bagaikan dua sisi mata uang, apabila
kebijakan pemerintah meningkatkan pengeluaran mungkin dapat meningkatkan
kesempatan kerja tetapi tidak dapat menjamin stabilnya harga-harga. Sebaliknya,
jika kebijakan pemerintah mengurangi pengeluaran memang dapat menekan inflasi
tetapi tidak dapat mengatasi masalah pengangguran.
5. Neraca pembayaran
yang tidak defisit.
Sumber defisit neraca pembayaran
Indonesia adalah pada neraca transaksi berjalan dari jasa dan lalu lintas
modalnya minus. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pemerintah di sektor
keuangan dan perdagangan yang dapat menggairahkan ekspor dan investasi luar
negeri.
6. Mewujudkan pemerataan
dan keadilan pembangunan.
Jika pembangunan ekonomi dan
hasil-hasilnya terdistribusi secara adil ke semua golongan masyarakat maka
kemakmuran dapat dicapai. Namun jika tidak tercapai keadilan, maka akan muncul
berbagai gejolak seperti tuntutan pelaksanaan otonomi khusus dan keinginan
sebagian daerah untuk merdeka.
Sumber :
No comments:
Post a Comment