PEMBAHASAN
1.1 Pengertian Bahasa
Menurut Gorys Keraf (2004 : 1),
bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi
yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Ketika anggota masyarakat menginginkan
untuk berkomunikasi dengan sesamanya, maka orang tersebut akan menggunakan
suatu bahasa yang sudah biasa digunakannya untuk menyampaikan sesuatu
informasi. Pada umumnya bahasa-bahasa tersebut dapat berbeda antara satu daerah
dengan daerah yang lain, hal ini dapat dikarenakan adanya perbedaan kultur,
lingkungan dan kebiasaan yang mereka miliki. Mungkin asumsi beberapa orang
berpendapat bahwa tidak hanya bahasa saja yang dapat dijadikan sebagai media
komunikasi. Mereka menunjukkan bahwa terdapat dua orang atau lebih yang
mengadakan komunikasi dengan mempergunakan cara-cara tertentu yang telah
disepakati bersama. Mereka memakai beberapa alat ataupun media untuk
menyampaikan suatu kabar yang memang ingin diinformasikan kepada pihak lain
dengan menggunakan lukisan-lukisan, asap api, bunyi gendang atau tong-tong dan
sebagainya.
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa
Indonesia), bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbiter, yang dipergunakan
oleh sekelompok masyarakat untuk bekerjasama, berinteraksi, dan
mengidentifikasikan diri. Dilihat dari pengertian yang ada dalam kamus
tersebut, dapat difahami bahwa bahasa juga dapat berfungsi sebagai lambang
bunyi sebagai mana not yang ada pada nada, akan tetapi fungsi atau manfaat yang
diberikan sangatlah berbeda antara keduanya. Bunyi yang dihasilkan oleh bahasa
dipreoritaskan untuk menyampaikan suatu informasi serta lebih menitik beratkan
pada kepadatan isinya bukan pada fungsi estetika yang dihasilkannya.
Bahasa adalah sistem simbol dan
tanda. Yang dimaksud dengan sistem simbol adalah hubungan simbol dengan makna
yang bersifat konvensional. Sedangkan yang dimaksud dengan sistem tanda adalah
bahwa hubungan tanda dan makna bukan konvensional tetapi ditentukan oleh sifat
atau ciri tertentu yang dimiliki benda atau situasi yang dimaksud.
Dari beberapa definisi yang telah
dipaparkan di atas maka dapat disimpulkan bahwa bahasa adalah alat untuk
berkomunikasi yang dapat disampaikan melalui lisan, tulisan maupun media lain
yang sudah disepakati oleh pihak yang berkomunikasi. Bahasa yang disampaikan
melalui lisan dapat disebut dengan bahasa primer sedangkan bahasa yang
diutarakan dengan menggunakan selain lisan disebut dengan bahasa sekunder.
Adapun pengertian dari berkomunikasi
melalui lisan yaitu berkomunikasi dengan menggunakan suatu simbol bunyi yang
dihasilkan oleh alat ucap manusia yang memiliki ciri khas tersendiri yang dapat
berbada makna ketika diucapkan oleh orang dan kondisi yang berbeda . Suatu
simbol bisa terdengar sama di telinga kita tapi memiliki makna yang sangat jauh
berbeda. Misalnya kata ’sarang’ dalam Bahasa Korea yang memiliki arti cinta,
dalam Bahasa Indonesia artinya adalah tempat tinggal burung atau
binatang-binatang lain. Sedang pengertian dari tulisan adalah susunan dari
simbol (huruf) yang dirangkai menjadi kata bermakna dan dituliskan. Bahasa lisan
lebih ekspresif. Mimik, ekspresi wajah, intonasi, dan gerakan tubuh dapat
bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukannya.
1.2 Macam Macam Bahasa
Dalam keberadaannya, Indonesia terkenal sebagai sebuah negara yang mempunyai
keberagaman tingkat tinggi. Didalam tubuh bangsa indonesia yang terdiri dari
deretan pulau-pulau, saling sambung menyambung dari Sabang sampai Merauke
terdapat banyak suku bangsa dan ras berbeda antara satu sama lain. Perbedaan
ini dapat disebabkan dari lingkungan hidup dan kebiasaan yang dilakukan oleh
orang-orang tersebut. Setelah diamati dan dicermati perbedaan-perbedaan ini
juga terjadi pada ranah kebahasaan yang ada, setiap daerah rata-rata
mempunyai bahasa daerahnya masing-masing, satu propinsipun kadang mempunyai
lebih dari lima bahasa yang digunakan masyarakatnya untuk berkomunikasi dan hal
inilah yang menjadikan indonesia terkenal dengan kemajemukannya.
Di daerah-daerah yang ada di Indonesia, masyarakat yang ada disana tidak hanya
menggunakan satu bahasa saja, melainkan menggunakan beberapa bahasa yang
berbeda satu daerah dengan daerah yang lain dan bisa jadi walaupun mereka
sama-sama orang yang notabenenya adalah penduduk yang tinggal menetap dalam
satu pulau atau provinsi bisa jadi tidak faham dengan penyampaian lawan bicara
dari daerah yang berbeda dalam satu pulau atau provinsi tersbut.
Dalam bab macam-macam bahasa ini, akan disebutkan macam bahasa yang ada dan
digunakan oleh masyarakat-masyarakat yang ada di Indonesia ini. Adapun macam
bahasa dapat diklasifikasikan menurut daerah dimana bahasa itu digunakan,
karena pada umumnya suatu daerah yang telah mempunyai otonom dan kebudayaan
sendiri, ia juga akan cenderung mempunyai bahasa dan logat yang berciri khas
dan berbeda dari pada yang lain.
Pengklasifikasian menurut daerah, pengguna bahasa ini terbagi menjadi 7
kelas yaitu : macam bahasa yang digunakan di daerah Sumatra, macam bahasa yang
dipergunakan di derah Maluku, macam bahasa yang dipergunakan di daerah
Sulawesi, macam bahasa yang digunakan di daerah Kalimantan, bahasa yang
digunakan di daerah Jawa, macam bahasa yang digunakan di daerah Bali dan macam
bahasa yang dipergunakan oleh masyarakat Indonesia yang berada di daerah Nusa
Tenggara baik barat maupun timur.
1.2.1
Macam bahasa di Sumatra
Adapun bahasa yang digunakan di daereh Sumatra tidak kurang dari 20 bahasa yang
digunakan untuk salimg tukar infirmasi dan untuk berkomunikasi. Adapun bahasa
tersebut di antaranya adalah :
- Simulu 12. Simulur
- Sikule 13. Riau
- Rejang Lebong 14. Pak-Pak
- Orang Laut 15. Nias
- Minangkabau 16. Mentawai
- Melayu 17. Mandailing
- Lom 18. Lampung
- Kubu 19. Karo
- Gayo 20. Enggano
- Batak 21. Angkola
- Aceh 22. Alas
1.2.2 Macam bahasa di daerah
Maluku
Di daerah Maluku sendiri terdapat pemilahan macam bahasa yang digunakan sebagai
media berkomunikasi yang dikarenakan adanya perbedaan pemakaian bahasa yang
ada.
Di Maluku Daerah Sekitar Ambon Timur juga menggunakan bahasa yang
bermacam-macam, diantara bahasa yang digunakan oleh kebanyakan masyarakat yang
bermukim dan berdomisili disana adalah :
- Timor
- Tetun
- Anibar
- Solor
- Rote
- Roma
- Pantar
- Leti
- Lain
- Kroe
- Kaisar
- Kai
- Kadang
- Helo
- Goram
- Geloli
- Buru
- Belu
- Banda
- Aru
- Ambelan
- Alor
Sedangkan daerah Maluku daerah sekitar suli bacan mempunyai bahasa yang berbeda
dengan Maluku daerah ambon timur. Bahasa yang sering digunakan oleh masyarakat
yang berdomisili di daerah ini adalah :
- Taliabo
- Sula
- Bacan
1.2.3
Macam bahasa di daerah Sulawesi
Beralih pada bahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi oleh masyarakat yang
ada wilayah Sulawesi. Sebagaimana pembagian macam bahasa yang ada di wilayah
Sumatra, bahasa yang digunakan sebagai media komunikasi juga bervariasi tidak
monoton menggunakan satu bahasa saja. Bahasa yang digunakan di wilayah Sulawesi
adalah :
- Toraja
- Napu
- Pilpikoro
1.2.4 Macam bahasa di daerah
Kalimantan
Masyarakat yang menetap di daerah yang berada di Pulau Kalimantan menggunakan
bahasa yang bermacam-macam. Macam-macam bahasa yang difungsikan sebagai media
komunikasi oleh masyarakat Kalimantan adalah :
- Klemautan 3. Kenya
- Kayan 4. Iban
1.2.5
Macam bahasa yang digunakan di daerah Jawa
Sebagaimana yang kita ketahui bersama di Pulau Jawa juga terdapat macam-macam
bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi oleh masyarakat yang tinggal di jawa.
Diantara macam bahasa yang digunakan adalah :
- Sunda 3. Jawa
- Madura
1.2.6
Macam bahasa yang digunakan didaerah Nusa Tenggara
Sebagaimana
yang ada di daerah Maluku, nusa tenggara juga mempunyai pembagian yang lebih
spesifik. Nusa tenggara seperti yang telah diketahui bahwa daerah ini terbagi
menjadi dua yaitu Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Adapun macam-macam bahasa yang sebagai media komunikasi oleh kebanyakan orang
yang hidup dan melakukan interaksi didaerah Nusa Tenggara Barat adalah sebagai
berikut :
- Sumba
- Sasak
Sedangkan bahasa yang difungsikan oleh masyarakat Nusa Tenggara Timur sebagai
media komunikasi adalah :
- Sasak 3. Sumbawa
- Timor
1.2.7
Macam bahasa yang dipergunakan di daerah Bali
Pulau Bali yang terkenal sebagai pulau dewata pun juga mempunyai macam bahasa
yang biasa digunakan untuk menjalin komunikasi antar sesamanya. Adapun bahasa
yang sering digunakan berkomunikasi oleh masyarakat pulau dewata ini adalah
bahasa sasak yang juga digunakan oleh orang-orang nusa tenggara. Jika dilakukan
pengamatan, maka akan ditarik kesimpulan bahwa letak geografis dan lingkungan
juga sangat berpengaruh pada perkembangan bahasa. Jika daerah tersebut letaknya
tidak terlalu jauh, maka perbedaan bahasa mereka juga tidak akan terlalu
jauh.
Sebagai negara yang mempunyai keberagaman yang sangat banyak hususnya pada
ranah bahasa, tidak dapat dipungkiri lagi akan banyak perbedaan yang ada
sehingga dapat menyebabkan perpecahan antar daerah, ras ataupun suku yang ada
di negara indonesia ini. Untuk mengantisipasi adanya perpecahan yang disebabkan
oleh banyaknya perbedaan macam bahasa, sudah barang tentu seluruh masyarakat
Indonesia untuk mempelajari dan menguasai bahasa pemersatu yaitu bahasa
Indonesia.
1.3 Bahasa Negara
Suatu negara yang sudah merdeka dan
tengah menjalankan kepemerintahannya pastilah memerlukan suatu bahasa untuk
berkomunikasi dengan pihak dalam maupun pihak luar. Negara juga pasti memiliki
bahasa yang wajib digunakan oleh masyarakatnya untuk berkomunikasi. Sehingga
walaupun orang yang berkomunikasi tersebut berasal dari daerah atau suku yang
berbeda, akan tetapi mereka tetap dapat dipersatukan dalam hal tukar informasi.
Dan biasanya bahasa yang digunakan sebagai bahasa pemersatu ini disebut sebagai
bahasa negara ataupun bahasa nasional.
Herman RN(2006:1) Tidak dapat dipungkiri lagi bahwasanya bahasa nasional dan
bahasa negara di Indonesia adalah Bahasa Indonesia. Kedua kedudukan tersebut
sangatlah penting dan harus terpenuhi fungsinya. Jika ada salah satu yang tidak
terpenuhi maka fungsi Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu akan pudar dan
akan sirna. Hal yang demikian inilah yang sangat menghawatirkan bangsa ini
karena akan timbul perpecahan dimana-mana dan benteng pertahanan terkuat Negara
Indonesia akan mudah diruntuhkan oleh lawan.
Walaupun bahasa negara dan bahasa nasional Negara Indonesia sama yaitu bahasa
Indonesia, menurut beliau kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara dan
sebagai bahasa nasional memiliki fungsi yang berbeda.dan dalam pembahasan ini
akan lebih ditekankan pada pembahasan Bahasa Indonesia yang berkedudukan dan
berfungsi sebagai bahasa negara.
Di dalam kedudukannya sebagai bahasa
negara, Bahasa Indonesia berfungsi sebagai :
- Bahasa resmi kenegaraan
- Bahasa pengantar dalam dunia pendidikan
- Alat perhubungan di tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelksanaan pembangunan
- Alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi (e. zaenal arifin, 2008:13)
Sebagaimana
fungsi pertama bahasa indonesia sebagai bahasa negara yaitu berfungsi sebagai
bahasa resmi kenegaraan, Bahasa Indonesia sangat berperan aktif dalam event-event
penting yang diadakan oleh bangsa ini baik event upacara, perjanjian
atau pembaiatan, pidato serta acara-acara lain yang lebih bersifat resmi dan
formal.
Dalam pembelajaran yang ada di
Indonesia, tidak diperbolehkan bagi para tenaga pendidik maupun peserta didik
untuk menggunakan bahasa selain Bahasa Indonesia kecuali pada materi-materi
kebahasaan yang memang ada tuntutan untuk memakai bahasa asing atau bahasa
daerah. Terdapat manfaat yang dapat di ambil dari ketetapan ini, ketika ada
tenaga pengajar maupun peserta didik dari luar daerah dimana mereka
melangsungkan proses belajar mengajar mereka akan dapat memahami materi yang disampaikan
ketika materi tersebut disanpaikan dengan menggunakan Bahasa Indonesia.
Dalam fungsinya
sebagai alat perhubungan di tingkat nasional untuk kepentingan
perencanaan dan pelksanaan pembangunan, Bahasa Indonesia bukan hanya mempunyai
fungsi sebagai penghubung antar suku ataupun ras. Akan tetapi, dalam hal ini
lebih difokuskan sebagai media komunikasi antara masyarakat dengan pihak
pemerintahan. Dengan terciptanya komunikasi yang sehat dan baik, maka
pembangunan negeri ini akan mudah terealisasikan sebagaimana yang telah
direncanakan.
Alat pengembangan
kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan fungsi Bahasa Indonesia
sebagai bahasa negara berpengertian bahwasanya Bahasa Indonesia adalah bahasa
yang dapat menciptakan jati diri bangsa yang akan membedakan dengan bangsa
lain. Budaya Indonesia yang berkembang berdampingan dengan bahasa Indonesia pun
akan turut menjadi budaya yang mempunyai keunikan dan cirri khas tersendiri.
1.4 Tujuan Mempelajari Bahasa
Dalam setiap
mempelajari suatu ilmu, setiap manusia pastilah mempunyai suatu tujuan
tertentu. Walaupun boleh jadi tujuan ahir yang diinginkan antara satu individu
dengan individu yang lainnya akan berbeda. Begitu juga dengan tujuan orang-orng
yang berkenan untuk mempelajari bahasa, pastilah mereka juga mempunyai motif
tertentu yang melatar belakanginya.
Walaupun pasti ada
tujuan-tujuan yang tidak senada, akan tetapi dalam mempelajari bahasa terdapat
tujuan-tujuan yang bersifat umum. Yaitu dengan kita belajar bahasa, kita ingin
apa-apa yang kita sampaikan dapat dimengerti dan difahami oleh lawan komunikasi
kita. Karena, ketika bahasa kita tidak dapat mengundang pemahaman dari lawan
komunikasi maka kita akan menerima respon yang kurang baik selain itu bahasa
yang kuang baik dan benar akan dapat menimbulkan kesalahfahaman yang bisa
berakibat fatal. Sebagaimana yang telah dikatakan oleh Gorys Keraf (2004 : 8)
bahwa seorang yang belum mahir berbahasa akan menemukan kesulitan-kesulitan,
karena apa yang dipikirkan atau dimaksudkan tidak akan bisa terlahir sempurna
kepada orang lain.
Selain untuk memahamkan
orang lain tujuan mempelajari bahasa adalah untuk dapat menggelar dan
mengembangkan potensi-potensi pribadi yang ada pada diri kita. Dengan
penguasaan bahasa yang baik dan benar, akan dapat lebih mudah mencari relasi
dalam segala hal.
Ada salah satu tujuan
terpenting yang harus kita canangkan ketika kita mempelajari bahasa. Tujuan
tersebut ialah kemahiran bahasa. Menurut penuturan Gorys Keraf (2004:1)
kemahiran bahasa akan mendatangkan keuntungan bagi masyarakat, bila ia
digunakan sebagai alat komunikasi yang baik terhadap sesama masyarakat, bila ia
memungkinkan kita untuk mengembangkan kesanggupan kita untuk dapat mempengaruhi
orang lain dalam mengembangkan kontrol social yang diingankan.
1.5 Ragam Bahasa
Ragam bahasa adalah pembagian bahasa
yang ditinjau dari bagaimana cara bahasa itu diutarakan oleh orang yang
melakukan komunikasi. Lamuddin Finoza (2002:3) memaparkan bahwa ragam bahasa
menjadi sangat banyak jumlahnya karena pemilihan corak bahasa yang dipakai
seseorang untuk mengomunikasikan sesuatu bergantung kepada tiga hal berikut
ini:
- Cara berkomunikasi : lisan atau tulisan
- Cara pandang penutur terhadap mitra komunikasinya
- Topik yang dibicarakan/dituluskan
Dengan berdasar pada pemaparan yang disampaikan oleh Lamuddin tersebut, dapat
diketahui bahwa ada tiga klasifikasi ragam bahasa yang terdapat dalam bahasa
Indonesia. Adapun klasifikasi ragam bahasa itu adalah :
- Ragam bahasa berdasarkan cara komunikasi
1)
Ragam lisan
2)
Ragam tulisan
- Ragam bahasa berdasarkan cara pandang penutur
1)
Ragam dialek
2)
Ragam idealek
3)
Ragam Sosialek
- Ragam bahasa berdasarkan situasi
1)
Ragam terpelajar
2)
Ragam resmi
3)
Ragam tidak resmi
4)
Ragam bahasa berdasarkan topik pembicaraan
1)
Ragam hukum
2)
Ragam bisnis
3)
Ragam sastra
4)
Ragam kedokteran
5)
dsb.(lomuddin finoza, 2002:3)
- 1. Ragam bahasa berdasarkan cara berkomunikasi
Dalam pembahasan ini yang akan dibahas
terlebih dahulu adalah ragam lisan dan ragam tulisan. Adapun perbedaan
antara ragam lisan dan ragam tulisan adalah sebagai berikut:
- Ragam lisan menghendaki adanya lawan bicara yang siap mendengarkan apa yang diucapkan oleh seseorang, sedangkan ragam tulisan tidak selalu memerlukan lawan bicara.
- Ragam lisan, unsur-unsur fungsi gramatikal seperti subjek, prediket, objek, dan keterangan tidak selalu dinyatakan dengan kata sering dinyatakan dengan gerak tubuh dan mimik muka. Sedangkan ragam tulisan, fungsi gramatikal harus dinyatakan dengan jelas agar orang membaca suatu tulisan dapat memahami isinya.
- Ragam lisan sangat terikat pada situasi, kondisi, ruang dan waktu. Suatu ragam lisan baru dapat dimengerti jika dia berada atau turut terlibat didalam situasi, kondisi, ruang dan waktu yang sama Sedangkan ragam tulisan dapat dimengerti oleh orang lain pada tempat, waktu, kondisi, ruang dan waktu yang berbeda beda.
- Ragam lisan dipengaruhi oleh tinggi-rendah, panjang-pendeknya suara. Sedangkan ragam tulis dilengkapi dengan tanda baca, huruf capital, huruf kecil atau huruf tegak dan huruf miring.(Lomudin Finoza, 1993:4)
- Ragam Bahasa Indonesia berdasarkan cara pandang penutur
Berdasarkan cara pandang penutur, ragam bahasa Indonesia terdiri dari ragam dialek, ragam terpelajar, ragam resmi dan ragam tak resmi.
Contoh Ragam Dialek adalah ‘Gue
udah baca itu buku.’
Contoh Ragam Terpelajar adalah ‘Saya
sudah membaca buku itu.’
Contoh Ragam Resmi adalah ‘Saya
sudah membaca buku itu.’
Contoh Ragam Tak Resmi adalah ‘Saya
sudah baca buku itu.’
- Ragam Bahasa Indonesia sebagai topik pembicaraan
Berdasarkan topik pembicaraan, ragam bahasa terdiri dari ragam bahasa ilmiah, ragam hukum, ragam bisnis, ragam agama, ragam sosial, ragam kedokteran dan ragam sastra.
Ciri-ciri ragam ilmiah:
- Bahasa Indonesia ragam baku
- Penggunaan kalimat efektif
- Menghindari bentuk bahasa yang bermakna ganda
- Penggunaan kata dan istilah yang bermakna lugas dan menghindari pemakaian kata dan istilah yang bermakna kias
- Menghindari penonjolan persona dengan tujuan menjaga objektivitas isi tulisan
- Adanya keselarasan dan keruntutan antarproposisi dan antaralinea.
Contoh ragam bahasa berdasarkan
topik pembicaraan:
- Ragam Hukum : Dia dihukum karena melakukan tindak pidana.
- Ragam Bisnis : Setiap pembelian di atas nilai tertentu akan diberikan diskon.
- Ragam Sastra : Cerita itu menggunakan unsur flashback.
- Ragam Kedokteran : Anak itu menderita penyakit kuorsior.
- Ragam Psokologis : Penderita autis perlu mendapatkan bimbingan yang intensif.
DAFTAR PUSTAKA
Finoza, Lamuddin. 2002.Komposisi Bahasa Indonesia.Cetakan ke-8.
Jakarta: Diksi Insan Mulia.Keraf, Gorys. 2004.Komposisi Sebuah Pengantar Kemahiran Bahasa. Flores: Nusa Indah.
http://ebdaaprilia.wordpress.com/2013/03/30/makalah-bahasa-indonesia-bahasa-sebagai-alat-komunikasi/
Arifin, E. Zaenal dan Tasai S. Amran.2009Cermat Berbahasa Indonesia Untuk Perguruan Tinggi. Jakarta:Akademika Pressindo.
Wibowo, Wahyu.2001.Manajemen Bahasa. Jakarta: Gramedia.