Saturday, November 30, 2013

Artikel Tentang Bahasa Indonesia



PEMBAHASAN

1.1 Pengertian Bahasa
Menurut Gorys Keraf (2004 : 1), bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Ketika anggota masyarakat menginginkan untuk berkomunikasi dengan sesamanya, maka orang tersebut akan menggunakan suatu bahasa yang sudah biasa digunakannya untuk menyampaikan sesuatu informasi. Pada umumnya bahasa-bahasa tersebut dapat berbeda antara satu daerah dengan daerah yang lain, hal ini dapat dikarenakan adanya perbedaan kultur, lingkungan dan kebiasaan yang mereka miliki. Mungkin asumsi beberapa orang berpendapat bahwa tidak hanya bahasa saja yang dapat dijadikan sebagai media komunikasi. Mereka menunjukkan bahwa terdapat dua orang atau lebih yang mengadakan komunikasi dengan mempergunakan cara-cara tertentu yang telah disepakati bersama. Mereka memakai beberapa alat ataupun media untuk menyampaikan suatu kabar yang memang ingin diinformasikan kepada pihak lain dengan menggunakan lukisan-lukisan, asap api, bunyi gendang atau tong-tong dan sebagainya.
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbiter, yang dipergunakan oleh sekelompok masyarakat untuk bekerjasama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri. Dilihat dari pengertian yang ada dalam kamus tersebut, dapat difahami bahwa bahasa juga dapat berfungsi sebagai lambang bunyi sebagai mana not yang ada pada nada, akan tetapi fungsi atau manfaat yang diberikan sangatlah berbeda antara keduanya. Bunyi yang dihasilkan oleh bahasa dipreoritaskan untuk menyampaikan suatu informasi serta lebih menitik beratkan pada kepadatan isinya bukan pada fungsi estetika yang dihasilkannya.
Bahasa adalah sistem simbol dan tanda. Yang dimaksud dengan sistem simbol adalah hubungan simbol dengan makna yang bersifat konvensional. Sedangkan yang dimaksud dengan sistem tanda adalah bahwa hubungan tanda dan makna bukan konvensional tetapi ditentukan oleh sifat atau ciri tertentu yang dimiliki benda atau situasi yang dimaksud.
Dari beberapa definisi yang telah dipaparkan di atas maka dapat disimpulkan bahwa bahasa adalah alat untuk berkomunikasi yang dapat disampaikan melalui lisan, tulisan maupun media lain yang sudah disepakati oleh pihak yang berkomunikasi. Bahasa yang disampaikan melalui lisan dapat disebut dengan bahasa primer sedangkan bahasa yang diutarakan dengan menggunakan selain lisan disebut dengan bahasa sekunder.
Adapun pengertian dari berkomunikasi melalui lisan yaitu berkomunikasi dengan menggunakan suatu simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia yang memiliki ciri khas tersendiri yang dapat berbada makna ketika diucapkan oleh orang dan kondisi yang berbeda . Suatu simbol bisa terdengar sama di telinga kita tapi memiliki makna yang sangat jauh berbeda. Misalnya kata ’sarang’ dalam Bahasa Korea yang memiliki arti cinta, dalam Bahasa Indonesia artinya adalah tempat tinggal burung atau binatang-binatang lain. Sedang pengertian dari tulisan adalah susunan dari simbol (huruf) yang dirangkai menjadi kata bermakna dan dituliskan. Bahasa lisan lebih ekspresif. Mimik, ekspresi wajah, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukannya.
1.2 Macam Macam Bahasa
            Dalam keberadaannya, Indonesia terkenal sebagai sebuah negara yang mempunyai keberagaman tingkat tinggi. Didalam tubuh bangsa indonesia yang terdiri dari deretan pulau-pulau, saling sambung menyambung dari Sabang sampai Merauke terdapat banyak suku bangsa dan ras berbeda antara satu sama lain. Perbedaan ini dapat disebabkan dari lingkungan hidup dan kebiasaan yang dilakukan oleh orang-orang tersebut. Setelah diamati dan dicermati perbedaan-perbedaan ini juga terjadi  pada ranah kebahasaan yang ada, setiap daerah rata-rata mempunyai bahasa daerahnya masing-masing, satu propinsipun kadang mempunyai lebih dari lima bahasa yang digunakan masyarakatnya untuk berkomunikasi dan hal inilah yang menjadikan indonesia terkenal dengan kemajemukannya.
            Di daerah-daerah yang ada di Indonesia, masyarakat yang ada disana tidak hanya menggunakan satu bahasa saja, melainkan menggunakan beberapa bahasa yang berbeda satu daerah dengan daerah yang lain dan bisa jadi walaupun mereka sama-sama orang yang notabenenya adalah penduduk yang tinggal menetap dalam satu pulau atau provinsi bisa jadi tidak faham dengan penyampaian lawan bicara dari daerah yang berbeda dalam satu pulau atau provinsi tersbut.
            Dalam bab macam-macam bahasa ini, akan disebutkan macam bahasa yang ada dan digunakan oleh masyarakat-masyarakat yang ada di Indonesia ini. Adapun macam bahasa dapat diklasifikasikan menurut daerah dimana bahasa itu digunakan, karena pada umumnya suatu daerah yang telah mempunyai otonom dan kebudayaan sendiri, ia juga akan cenderung mempunyai bahasa dan logat yang berciri khas dan berbeda dari pada yang lain.
               Pengklasifikasian menurut daerah, pengguna bahasa ini terbagi menjadi 7 kelas yaitu : macam bahasa yang digunakan di daerah Sumatra, macam bahasa yang dipergunakan di derah Maluku, macam bahasa yang dipergunakan di daerah  Sulawesi, macam bahasa yang digunakan di daerah Kalimantan, bahasa yang digunakan di daerah Jawa, macam bahasa yang digunakan di daerah Bali dan macam bahasa yang dipergunakan oleh masyarakat Indonesia yang berada di daerah Nusa Tenggara baik barat maupun timur.
1.2.1        Macam bahasa di Sumatra
            Adapun bahasa yang digunakan di daereh Sumatra tidak kurang dari 20 bahasa yang digunakan untuk salimg tukar infirmasi dan untuk berkomunikasi. Adapun bahasa tersebut di antaranya adalah :
  1. Simulu                                           12. Simulur
  2. Sikule                                            13. Riau
  3. Rejang Lebong                              14. Pak-Pak
  4. Orang Laut                                    15. Nias
  5. Minangkabau                                16. Mentawai
  6. Melayu                                          17. Mandailing
  7. Lom                                               18. Lampung
  8. Kubu                                             19. Karo
  9. Gayo                                             20. Enggano
  10. Batak                                             21. Angkola
  11. Aceh                                              22. Alas
1.2.2  Macam bahasa di daerah Maluku
            Di daerah Maluku sendiri terdapat pemilahan macam bahasa yang digunakan sebagai media berkomunikasi yang dikarenakan adanya perbedaan pemakaian bahasa yang ada.
            Di Maluku Daerah Sekitar Ambon Timur juga menggunakan bahasa yang bermacam-macam, diantara bahasa yang digunakan oleh kebanyakan masyarakat yang bermukim dan berdomisili disana adalah :
  1. Timor                                
  2. Tetun
  3. Anibar
  4. Solor
    1. Rote
    2. Roma
    3. Pantar
    4. Leti
    5. Lain
    6. Kroe
    7. Kaisar
    8. Kai
    9. Kadang    
    10. Helo
    11. Goram            
    12. Geloli
    13. Buru
    14. Belu
    15. Banda
    16. Aru
    17. Ambelan
    18. Alor
            Sedangkan daerah Maluku daerah sekitar suli bacan mempunyai bahasa yang berbeda dengan Maluku daerah ambon timur. Bahasa yang sering digunakan oleh masyarakat yang berdomisili di daerah ini adalah :
  1. Taliabo
  2. Sula
  3. Bacan
1.2.3        Macam bahasa di daerah Sulawesi
            Beralih pada bahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi oleh masyarakat yang ada wilayah Sulawesi. Sebagaimana pembagian macam bahasa yang ada di wilayah Sumatra, bahasa yang digunakan sebagai media komunikasi juga bervariasi tidak monoton menggunakan satu bahasa saja. Bahasa yang digunakan di wilayah Sulawesi adalah :
  1. Toraja
  2. Napu
  3. Pilpikoro
1.2.4 Macam bahasa di daerah Kalimantan
            Masyarakat yang menetap di daerah yang berada di Pulau Kalimantan menggunakan bahasa yang bermacam-macam. Macam-macam bahasa yang difungsikan sebagai media komunikasi oleh masyarakat Kalimantan adalah :
  1. Klemautan                                     3. Kenya
  2. Kayan                                            4. Iban
1.2.5        Macam bahasa yang digunakan di daerah Jawa
            Sebagaimana yang kita ketahui bersama di Pulau Jawa juga terdapat macam-macam bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi oleh masyarakat yang tinggal di jawa. Diantara macam bahasa yang digunakan adalah :
  1. Sunda                                3. Jawa
  2. Madura
1.2.6        Macam bahasa yang digunakan didaerah Nusa Tenggara
     Sebagaimana yang ada di daerah Maluku, nusa tenggara juga mempunyai pembagian yang lebih spesifik. Nusa tenggara seperti yang telah diketahui bahwa daerah ini terbagi menjadi dua yaitu Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
            Adapun macam-macam bahasa yang sebagai media komunikasi oleh kebanyakan orang yang hidup dan melakukan interaksi didaerah Nusa Tenggara Barat adalah sebagai berikut :
  1. Sumba
  2. Sasak
            Sedangkan bahasa yang difungsikan oleh masyarakat Nusa Tenggara Timur sebagai media komunikasi adalah :
  1. Sasak                     3. Sumbawa
  2. Timor
1.2.7        Macam bahasa yang dipergunakan di daerah Bali
            Pulau Bali yang terkenal sebagai pulau dewata pun juga mempunyai macam bahasa yang biasa digunakan untuk menjalin komunikasi antar sesamanya. Adapun bahasa yang sering digunakan berkomunikasi oleh masyarakat pulau dewata ini adalah bahasa sasak yang juga digunakan oleh orang-orang nusa tenggara. Jika dilakukan pengamatan, maka akan ditarik kesimpulan bahwa letak geografis dan lingkungan juga sangat berpengaruh pada perkembangan bahasa. Jika daerah tersebut letaknya tidak terlalu jauh, maka perbedaan bahasa mereka juga tidak akan terlalu jauh. 
            Sebagai negara yang mempunyai keberagaman yang sangat banyak hususnya pada ranah bahasa, tidak dapat dipungkiri lagi akan banyak perbedaan yang ada sehingga dapat menyebabkan perpecahan antar daerah, ras ataupun suku yang ada di negara indonesia ini. Untuk mengantisipasi adanya perpecahan yang disebabkan oleh banyaknya perbedaan macam bahasa, sudah barang tentu seluruh masyarakat Indonesia untuk mempelajari dan menguasai bahasa pemersatu yaitu bahasa Indonesia.
1.3 Bahasa Negara
            Suatu negara yang sudah merdeka dan tengah menjalankan kepemerintahannya pastilah memerlukan suatu bahasa untuk berkomunikasi dengan pihak dalam maupun pihak luar. Negara juga pasti memiliki bahasa yang wajib digunakan oleh masyarakatnya untuk berkomunikasi. Sehingga walaupun orang yang berkomunikasi tersebut berasal dari daerah atau suku yang berbeda, akan tetapi mereka tetap dapat dipersatukan dalam hal tukar informasi. Dan biasanya bahasa yang digunakan sebagai bahasa pemersatu ini disebut sebagai bahasa negara ataupun bahasa nasional.
            Herman RN(2006:1) Tidak dapat dipungkiri lagi bahwasanya bahasa nasional dan bahasa negara di Indonesia adalah Bahasa Indonesia. Kedua kedudukan tersebut sangatlah penting dan harus terpenuhi fungsinya. Jika ada salah satu yang tidak terpenuhi maka fungsi Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu akan pudar dan akan sirna. Hal yang demikian inilah yang sangat menghawatirkan bangsa ini karena akan timbul perpecahan dimana-mana dan benteng pertahanan terkuat Negara Indonesia akan mudah diruntuhkan oleh lawan.
            Walaupun bahasa negara dan bahasa nasional Negara Indonesia sama yaitu bahasa Indonesia, menurut beliau kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara dan sebagai bahasa nasional memiliki fungsi yang berbeda.dan dalam pembahasan ini akan lebih ditekankan pada pembahasan Bahasa Indonesia yang berkedudukan dan berfungsi sebagai bahasa negara.
Di dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, Bahasa Indonesia berfungsi sebagai :
  1. Bahasa resmi kenegaraan
  2. Bahasa pengantar dalam dunia pendidikan
  3. Alat perhubungan di tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelksanaan pembangunan
  4. Alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi                  (e. zaenal arifin, 2008:13)
     Sebagaimana fungsi pertama bahasa indonesia sebagai bahasa negara yaitu berfungsi sebagai bahasa resmi kenegaraan, Bahasa Indonesia sangat berperan aktif dalam event-event penting yang diadakan oleh bangsa ini baik event upacara, perjanjian atau pembaiatan, pidato serta acara-acara lain yang lebih bersifat resmi dan formal.
Dalam pembelajaran yang ada di Indonesia, tidak diperbolehkan bagi para tenaga pendidik maupun peserta didik untuk menggunakan bahasa selain Bahasa Indonesia kecuali pada materi-materi kebahasaan yang memang ada tuntutan untuk memakai bahasa asing atau bahasa daerah. Terdapat manfaat yang dapat di ambil dari ketetapan ini, ketika ada tenaga pengajar maupun peserta didik dari luar daerah dimana mereka melangsungkan proses belajar mengajar mereka akan dapat memahami materi yang disampaikan ketika materi tersebut disanpaikan dengan menggunakan Bahasa Indonesia.
   Dalam fungsinya sebagai  alat perhubungan di tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelksanaan pembangunan, Bahasa Indonesia bukan hanya mempunyai fungsi sebagai penghubung antar suku ataupun ras. Akan tetapi, dalam hal ini lebih difokuskan sebagai media komunikasi antara masyarakat dengan pihak pemerintahan. Dengan terciptanya komunikasi yang sehat dan baik, maka pembangunan negeri ini akan mudah terealisasikan sebagaimana yang telah direncanakan.
   Alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan fungsi Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara berpengertian bahwasanya Bahasa Indonesia adalah bahasa yang dapat menciptakan jati diri bangsa yang akan membedakan dengan bangsa lain. Budaya Indonesia yang berkembang berdampingan dengan bahasa Indonesia pun akan turut menjadi budaya yang mempunyai keunikan dan cirri khas tersendiri.
1.4 Tujuan Mempelajari Bahasa
   Dalam setiap mempelajari suatu ilmu, setiap manusia pastilah mempunyai suatu tujuan tertentu. Walaupun boleh jadi tujuan ahir yang diinginkan antara satu individu dengan individu yang lainnya akan berbeda. Begitu juga dengan tujuan orang-orng yang berkenan untuk mempelajari bahasa, pastilah mereka juga mempunyai motif tertentu yang melatar belakanginya.
   Walaupun pasti ada tujuan-tujuan yang tidak senada, akan tetapi dalam mempelajari bahasa terdapat tujuan-tujuan yang bersifat umum. Yaitu dengan kita belajar bahasa, kita ingin apa-apa yang kita sampaikan dapat dimengerti dan difahami oleh lawan komunikasi kita. Karena, ketika bahasa kita tidak dapat mengundang pemahaman dari lawan komunikasi maka kita akan menerima respon yang kurang baik selain itu bahasa yang kuang baik dan benar akan dapat menimbulkan kesalahfahaman yang bisa berakibat fatal. Sebagaimana yang telah dikatakan oleh Gorys Keraf (2004 : 8) bahwa seorang yang belum mahir berbahasa akan menemukan kesulitan-kesulitan, karena apa yang dipikirkan atau dimaksudkan tidak akan bisa terlahir sempurna kepada orang lain.
   Selain untuk memahamkan orang lain tujuan mempelajari bahasa adalah untuk dapat menggelar dan mengembangkan potensi-potensi pribadi yang ada pada diri kita. Dengan penguasaan bahasa yang baik dan benar, akan dapat lebih mudah mencari relasi dalam segala hal.
   Ada salah satu tujuan terpenting yang harus kita canangkan ketika kita mempelajari bahasa. Tujuan tersebut ialah kemahiran bahasa. Menurut penuturan Gorys Keraf (2004:1) kemahiran bahasa akan mendatangkan keuntungan bagi masyarakat, bila ia digunakan sebagai alat komunikasi yang baik terhadap sesama masyarakat, bila ia memungkinkan kita untuk mengembangkan kesanggupan kita untuk dapat mempengaruhi orang lain dalam mengembangkan kontrol social yang diingankan.
1.5 Ragam Bahasa
            Ragam bahasa adalah pembagian bahasa yang ditinjau dari bagaimana cara bahasa itu diutarakan oleh orang yang melakukan komunikasi. Lamuddin Finoza (2002:3) memaparkan bahwa ragam bahasa menjadi sangat banyak jumlahnya karena pemilihan corak bahasa yang dipakai seseorang untuk mengomunikasikan sesuatu bergantung kepada tiga hal berikut ini:
  1. Cara berkomunikasi : lisan atau tulisan
  2. Cara pandang penutur terhadap mitra komunikasinya
  3. Topik yang dibicarakan/dituluskan
            Dengan berdasar pada pemaparan yang disampaikan oleh Lamuddin tersebut, dapat diketahui bahwa ada tiga klasifikasi ragam bahasa yang terdapat dalam bahasa Indonesia. Adapun klasifikasi ragam bahasa itu adalah :
  1. Ragam bahasa berdasarkan cara komunikasi
1)      Ragam lisan
2)      Ragam tulisan
  1. Ragam bahasa berdasarkan cara pandang penutur
1)      Ragam dialek
2)      Ragam idealek
3)      Ragam Sosialek
  1. Ragam bahasa berdasarkan situasi
1)      Ragam terpelajar
2)      Ragam resmi
3)      Ragam tidak resmi
4)      Ragam bahasa berdasarkan topik pembicaraan
1)      Ragam hukum
2)      Ragam bisnis
3)      Ragam sastra
4)      Ragam kedokteran
5)      dsb.(lomuddin finoza, 2002:3)
  1. 1.      Ragam bahasa berdasarkan cara berkomunikasi
Dalam pembahasan ini yang akan dibahas terlebih dahulu adalah ragam lisan dan ragam tulisan. Adapun perbedaan antara ragam lisan dan ragam tulisan adalah sebagai berikut:
  • Ragam lisan menghendaki adanya lawan bicara yang siap mendengarkan apa yang diucapkan oleh seseorang, sedangkan ragam tulisan tidak selalu memerlukan lawan bicara.
  • Ragam lisan, unsur-unsur fungsi gramatikal seperti subjek, prediket, objek, dan keterangan tidak selalu dinyatakan dengan kata sering dinyatakan dengan gerak tubuh dan mimik muka. Sedangkan ragam tulisan, fungsi gramatikal harus dinyatakan dengan jelas agar orang membaca suatu tulisan dapat memahami isinya.
  • Ragam lisan sangat terikat pada situasi, kondisi, ruang dan waktu. Suatu ragam lisan baru dapat dimengerti  jika dia berada atau turut terlibat didalam situasi, kondisi, ruang dan waktu yang sama Sedangkan ragam tulisan dapat dimengerti oleh orang lain pada tempat, waktu, kondisi, ruang dan waktu yang berbeda beda.
  • Ragam lisan dipengaruhi oleh tinggi-rendah, panjang-pendeknya  suara. Sedangkan ragam tulis dilengkapi dengan tanda baca, huruf capital, huruf kecil atau huruf tegak dan huruf miring.(Lomudin Finoza, 1993:4)
  1. Ragam Bahasa Indonesia berdasarkan cara pandang penutur
                      Berdasarkan cara pandang penutur, ragam bahasa Indonesia terdiri dari ragam dialek, ragam terpelajar, ragam resmi dan ragam tak resmi.
Contoh Ragam Dialek adalah ‘Gue udah baca itu buku.’
Contoh Ragam Terpelajar adalah ‘Saya sudah membaca buku itu.’
Contoh Ragam Resmi adalah ‘Saya sudah membaca buku itu.’
Contoh Ragam Tak Resmi adalah ‘Saya sudah baca buku itu.’
  1. Ragam Bahasa Indonesia sebagai topik pembicaraan
                      Berdasarkan topik pembicaraan, ragam bahasa terdiri dari ragam bahasa ilmiah, ragam hukum, ragam bisnis, ragam agama, ragam sosial, ragam kedokteran dan ragam sastra.
Ciri-ciri ragam ilmiah:
  • Bahasa Indonesia ragam baku
  • Penggunaan kalimat efektif
  • Menghindari bentuk bahasa yang bermakna ganda
  • Penggunaan kata dan istilah yang bermakna lugas dan menghindari pemakaian kata dan istilah yang bermakna kias
  • Menghindari penonjolan persona dengan tujuan menjaga objektivitas isi tulisan
  • Adanya keselarasan dan keruntutan antarproposisi dan antaralinea.
Contoh ragam bahasa berdasarkan topik pembicaraan:
  • Ragam Hukum : Dia dihukum karena melakukan tindak pidana.
  • Ragam Bisnis : Setiap pembelian di atas nilai tertentu akan diberikan diskon.
  • Ragam Sastra : Cerita itu menggunakan unsur flashback.
  • Ragam Kedokteran : Anak itu menderita penyakit kuorsior.
  • Ragam Psokologis : Penderita autis perlu mendapatkan bimbingan yang intensif.

DAFTAR PUSTAKA
Finoza, Lamuddin. 2002.Komposisi Bahasa Indonesia.Cetakan ke-8. Jakarta: Diksi Insan Mulia.
Keraf, Gorys. 2004.Komposisi Sebuah Pengantar Kemahiran Bahasa. Flores: Nusa Indah.
http://ebdaaprilia.wordpress.com/2013/03/30/makalah-bahasa-indonesia-bahasa-sebagai-alat-komunikasi/
Arifin, E. Zaenal dan Tasai S. Amran.2009Cermat Berbahasa Indonesia Untuk Perguruan Tinggi. Jakarta:Akademika Pressindo.
Wibowo, Wahyu.2001.Manajemen Bahasa. Jakarta: Gramedia.

Tuesday, April 30, 2013

Teori Organisasi Umum 2 (Pertemuan 2)



Masalah Ekonomi
Resume
Masalah ekonomi tersebut tidak akan pernah ada habisnya, kenapa? Karena didalam setiap masalah ekonomi pasti terdapat masalah lainnya, setelah menyelesaikan masalah yang satu, pasti masalah yang lain akan muncul. Masalah ekonomi harus ditangain dengan sangat hati-hati karena masalah ekonomi sangat rumit dan banyak.
Sebenarnya masalah ekonomi bukan hanya sebuah masalah yang harus diatasi oleh pakar ekonom saja. Masalah ekonomi ini adalah sebuah masalah yang harus dicari solusinya secara bersama.
Tambahan Materi
Masalah ekonomi adalah masalah yang berkenaan dengan ekonomi. Sedangkan masalah ekonomi adalah masalah yang lekat kaitannya dengan segala aktivitas untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Mulai dari jual beli, tawar menawar, atau ekspor impor.
Berikut ini beberapa contoh Masalah Ekonomi yang popular :
1. Kemiskinan
Ya, masalah ini selalu menghantui dari satu pemerintah ke pemerintah lainnya. Masalah kemiskinan tidak akan pernah tuntas dibahas karena akan terus menerus muncul. Dalam banyak buku literatur ekonomi bahkan disebut tujuan penting ilmu ekonomi ialah menghilangkan kemiskinan.
Yang dimaksud miskin disini adalah ketidak mampuan dari seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Atau ketidak mampuan dari pekerjaan yang telah dimiliki untuk menghasilkan uang yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup seseorang.
Dari definisi ini, kemiskinan akan berkaitan erat dengan tersedianya lapangan kerja yang cukup bagi seluruh penduduk.selain itu, masalah kemiskinan ini juga berkaitan dengan besarnya jumlag penghasilan setiap penduduk dari suatu negara.
Dalam hal ini, Indonesia tergolong sebagai salah satu negara yang berada di bawah garis kemiskinan. Hal ini terjadi karena banyak sekali penduduk Indonesia yang memiliki penghasilan yang menjadi standar internasional yaitu dua dolar atau sekitar delapan belas ribu per harinya.
2. Kesejahteraan
Contoh masalah ekonomi yang kedua adalah perihal kesejahteraan. Nah, ini lawan kata dari kemiskinan. Masalah ini tergolong populer dalam ekonomi karena pada hakikatnya manusia selalu ingin kaya, makmur, dan banyak uang. Semua itu tertuju pada satu kata : kesejahteraan.
Sebagai lawan dari kata miskin, sejahtera memiliki arti kemampuan untuk mencukupi seluruh kebutuhan hidupnya. Sehingga tak ada kata sulit untuk memnuhi kebutuhan ini. Atau dengan kata lain, bahwa seseorang memiliki uang dari pendapatan kerja atau usahanya yang cukup untuk membeli barang-barang guna untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Masalah ini pun juga erat kaitannya dengan kemiskinan. Sebuah negara yang sebagian besar penduduknya sudah sejahtera pasti penduduknya sedikit yang miskin. Begitu pula sebaliknya.
3. Lapangan Pekerjaan
Lapangan pekerjaan menjadi contoh masalah ekonomi selanjutnya. Masalah ini akan selalu krusial diselesaikan karena membengkaknya peminat kerja sedangkan lapangan pekerjaan kian menyempit. Eksesnya, postur ekonomi Indonesia didominasi 80% oleh sektor informal. Mereka umumnya bekerja sebagai pedagang kaki lima, usaha kecil menengah, dst.
Masalah lapangan pekerjaan ini juga berkaitan dengan masalah kemiskinan dan kesejahteraan. Seseorang yang memiliki pekerjaan yang layak tentu akan jauh dari kata miskin karena ia mampu untuk mencukupi seluruh kebutuhannya.
Lain halnya dengan seseorang yang masih sulit untuk menemukan sebuah pekerjaan. Ia tentunya tak selalu punya uang untuk memenuhi kebutuhannya.
Pemerintah seharusnya lebih konsen untuk dapat memecahkan masalah ketersediaan lapangan kerja yang cukup bagi penduduknya. Saat ini lebih banyak jumlah pencari kerja daripada lapangan kerja yang ada. Hal ini dapat dibutktikan dengan selalu berjubelnya sebah Job Fair atau bursa kerja yang diadakan.
Pemerintah dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang padat karya yang dapat menyerap begitu banyak tenaga kerja. Atau pemerintah juga dapat memberikan kemudahan bagi pengusaha-pengusaha baru untuk menciptakan lapangan kerja yang baru.
Selain memberikan kemudahan ijin, juga mendukung seluruh program perusahaan atau juga dapat dilakukan dengan memberikan pinjaman-pinjaman seperti Kredit Usaha Kecil untuk dapat digunakan mengembangkan usaha yang ada.
4. Harga
Setiap perayaan hari besar keagamaan masalah ekonomi yang satu ini akan selalu muncul ke permukaan. Apalagi kalau menyangkut sembilan bahan pokok (sembako). Masyarakat sensitif sekali dengan masalah harga, apalagi ibu rumah tangga yang suka ngedumel kalau harga-harga sembako membumbung tinggi.
Harga barang akan melambung tinggi tanpa kontrol. Yang dijadikan alasan terjadinya kenaikan harga ini adalah lebih banyaknya permintaan dari pada kesediaan barang. Inilah yang membuat harga menjadi naik.
Upaya penyelesaian yang dilakukan pemerintah kita biasanya adalah dengan mengadakan operasi pasar.sebenarnya, bentuk penyelesaian ini adalah penyelesaian masalah yang tidak langsung mengena pada inti permasalahannya.
Seharusnya pemerintah memiliki kemampuan untuk menentukan harga di pasaran. Tidak hanya mengadakan inspeksi mendadak atau pun sekedar penyuluhan-penyuluhan yang bersifat tak praktis.
5. Profit
Ilmu ekonomi pasti selalu membahas masalah yang satu ini. Bagaimana kita mampu menaikkan laba dengan sekecil kecilnya modal. Itu adalah prinsip utama ekonomi.
Dalam menjalankan sebuah usaha, akan dipikirkan dengan matang-matang bagaimana mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Dalam kehidupan masyrakat sekarang, segala hal akan dilakukan untuk mengejar keuntungan ini baik itu hal yang baik atau pun hal yang buruk.
Misalnya, di saat terjadinya kenaikan harga, para pedagang akan melakukan apa pun untuk mendapatkan untung yang besar seperti memberikan pengawet jenis formalin ke barang-barang mereka agar barang tersebut tak mudah busuk dan tetyap dapat dijual dengan penampilan yang bagus dalam waktu yang lama.
6. Sistem Ekonomi
Sistem ekonomi pasti akan selalu beragam tiap negara. Sebut saja kapitalisme, sosialisme, mix (campuran), dsb. Namun, sekarang ini dunia disebut sebut memasuki fase non ideologis, dimana corak sistem ekonomi tersebut melebur menjadi satu.
7. Inflasi
Ya, bagi yang bergelut dengan lingkup makro akan terus berkutat dengan masalah yang satu ini. Secara sederhana inflasi bisa diartikan sebagai situasi dimana harga terus menerus mengalami kenaikan.
Inflasi ini memang berkaitan dengan harga. Sebenarnya pemerintah memiliki hak untuk dapat mencegah terjadinya kenaikan harag atau inflasi ini. Jika jumlah permintaan naik, pemerintah juga dapat melakukan banyak hal untuk mencukupi kenaikan permintaan ini.
8. Pertumbuhan Ekonomi
Dari kacamata makro pertumbuhan ekonomu suatu negara mencerminkan menggeliatnya atau menurunnya situasi ekonomi suatu negara. Pertumbuhan ekonomi ini bisa dipandang dari aspek produk domestik bruto (PDB), total ekspor impor, dst.
Pertumbuhan identik dengan tingkat kesejahteraan. Namun juga haruslah diperhatikan dengan pemerataan kesejahteraan tersebut. Bisa jadi seseorang memiliki pendapatan yang tinggi namun di sisi lain, ada sebagian orang yang memiliki pendapatan yang sangat rendah.
9. Hutang
Berapa banyak sebuah negara memiliki utang? Bahkan ilmu ekonomi kontemporer mengenal istilah debt trap (perangkap hutang). Sebuah analisis masalah untuk mengetahui apakah negara pengutang tersebut telah terjerat ke dalam perangkap hutang.
Hutang biasa dilakukan jika pendapatan tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan yang ada. Negara kita ini dapat dikategorikan sebagai negara yang begitu mudah untuk berhutang. Hal ini dapat disebabkan karena memang sumber utama pendapatan kita bertumpu pada pajak.
Sebenarnya Indonesia adalah negara yang kaya. Berapa banyak sumber kekayaan alam yang etrkandung di bumi kita mulai dari kekayaan barang tambang, minyak bumi, hutan,air dan masih banyak lagi. Sayangnya semua itu tak dapat dikelola sendiri oleh negara untuk kesejahteaan masyarakat.
Pemerintah menyerahkan pengelolaannya kepada swasta atau asing sehingga sedikit sekali keuntungan yang diperoleh. Dengan sedikitnya keuntungan ini maka sedikit pula pendapatan yang diterima. Hal ini menyebabkan sulitnya untuk memenuhi kebutuhan. Dan ini mengharuskan untuk berhutang ke luar negeri.
Masalah hutang ini tidak berhenti sampai disini saja.saat ini yang dinamakan hutang pastilah memiliki bunga. Besar bunga pun sangat beragam dan biasanya sangatlah tinggi besarnya. Jadi selain membayar hutang, juga ada kewajiban untuk membayar bunganya.
10. Ekonomi Politik
Era sekarang ini ilmu ekonomi tidak bisa berdiri sendiri. Masalah ekonomi tidak bisa diselesaikan dengan memakai pandangan tunggal. Sebab itu politik terintegrasi untuk melihat permasalahan secara lebih luas dan dalam.
Ekonomi politik ini diperlukan untuk dalpat menyelesaikan semua permasalah ekonomi yang ada termasuk contoh masalah ekonomi yang disebutkan di atas.

Kebijakan ekonomi

Kebijakan ekonomi adalah mengacu pada tindakan sebuah kebijakan pemerintah dalam mengambil kebijakan atau keputusan di bidang ekonomi, kebijakan ini dapat pula mencakup didalamnya sistem untuk menetapkan sistem perpajakan, suku bunga dan anggaran pemerintah serta pasar tenaga kerja, kepemilikan nasional, dan otonomi daerah dari intervensi pemerintah ke dalam perekonomian.
Kadang kala kebijakan semacam ini sering terpengaruh juga oleh lembaga-lembaga internasional seperti International Monetary Fund atau Bank Dunia serta keyakinan politik dari pihak-pihak yang memegang kekuasaan negara saat itu.
Kebijakan Ekonomi Indonesia beserta Tujuannya.
Kebijakan ekonomi adalah mengacu pada tindakan sebuah kebijakan pemerintah dalam mengambil kebijakan atau keputusan di bidang ekonomi, kebijakan ini dapat pula mencakup di dalamnya sistem untuk menetapkan sistem perpajakan, suku bunga dan anggaran pemerintah serta pasar tenaga kerja, kepemilikan nasional, dan otonomi daerah dari intervensi pemerintah ke dalam perekonomian. Kebijakan ekonomi merupakan seperangkat perencanaan yang mengacu pada tindakan, pernyataan, dan pengaturan yang dibuat oleh pemerintah dalam mengambil keputusan di bidang ekonomi  dan  menyangkut kepentingan umum. Semua kebijakan ekonomi yang dibuat oleh pemerintah pasti memiliki tujuannya masing-masing, diantaranya:
1. Untuk mengontrol lajunya pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,
2. Untuk meningkatkan kenaikan standar hidup rata-rata, dan
3. Inflasi rendah.
Terkadang kebijakan semacam ini sering dipengaruh juga oleh lembaga-lembaga internasional seperti International Monetary Fund atau Bank Dunia serta keyakinan politik dari pihak-pihak yang memegang kekuasaan Negara saat itu.
Berbagai Kebijakan Ekonomi di Indonesia
Setiap pemerintahan suatu negara pasti memiliki kebijakan ekonomi untuk menjaga stabilitas perekonomiannya demi kesejahteraan masyarakatnya. Indonesia memiliki kebijakn ekonomi dimulai dari kebijakan ekonomi moneter, kebijakan ekonomi fiskal, kebijakan ekonomi baik mikro dan makro, dan sebagainya.
A.    Kebijakan Moneter
Kebijakan Moneter adalah tindakan yang dilakukan oleh penguasa ( otoritas) moneter ( bank sentral) untuk memengaruhi jumlah uang yang beredar di masyarakat. Tujuan kebijakan moneter ada dua yaitu umum dan khusus.
- Tujuan umum kebijakan moneter untuk memengaruhi kondisi perekonomian agar sesuai dengan yang dikehendaki yakni dengan adanya pertumbuhan ekonomi.
- Tujuan khusus kebijakan moneter untuk menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar untuk mencapai target-target tertentu dalam bidang ekonomi.
Kebijakan moneter dibagi 2 instrumen, yaitu :
1. Kebijakan moneter kuantitatif
Kebijakan moneter yang bersifat kuantitatif biasanya berupa campur tangan bank sentral secara langsung terhadap kebijakan perbankan.
Adapun beberapa instrumen yang termasuk kebijakan moneter kuantitatif, yaitu:
a)    Operasi pasar terbuka
Yaitu kebijakan pemerintah dalam memperjualbelikan surat berharga pada masyarakat.
b)    Politik diskonto
Yaitu kebijakan pemerintah untuk memengaruhi nilai dan jumlah uang yang beredar dengan instrumen yang digunakan adalah tingkat suku bunga pada bank- bank umum.
c)    Kebijakan kas ratio ( persediaan kas)
Yaitu kebijakan pemerintah untuk memengaruhi nilai dan jumlah uang yang beredar dengan instrumen dana cadangan ke dunia ( cash Ratio) yang tersedia di bank umum.
d)    Kebijakan Uang Longgar ( Easy Money)
Yaitu kebijakan yang digunakan untuk mengatasi deflasi ( menambah jumlah uang yang beredar) yang dipakai pemerintah untuk mempermudah syarat kredit dengan tujuan meningkatkan produksi.
e)    Kebijakan Uang Ketat ( Tight Money )
Yaitu kebijakan yang digunakan pemerintah dengan menerapkan kredit selektif untuk membatasi jumlah uang yang beredar ( menekan laju inflasi ).
2. Kebijakan Moneter Kualitatif
Kebijakan moneter yang bersifat kualitatif biasanya berupa pengawasan dan imbauan bank sentral kepada kegiatan perbankan. Jadi, bank sentral tidak campur tangan secara langsung.
Adapun beberapa instrumen yang termasuk kebijakan moneter bersifat kualitatif, diantaranya:
a)    Pengawasan pinjaman secara selektif ( kredit selektif)
Yaitu kebijakan yang digunakan untuk mengendalikan dan mengawasi corak pinjaman dan investasi yang dilakukan oleh bank-bank.
b)    Imbauan Moral ( Moral Suasion)
Yaitu kebijakan yang diambil oleh Bank Indonesia untuk memengaruhi setiap lembaga keuangan dan individu yang bergerak dalam bidang moneter melalui himbauan agar mereka bertindak sesuai dengan otoritas moneter ( BI ).
B. Kebijakan Fiskal
Kebijakan fiskal adalah kebijakan pemerintah mengenai pengeluaran dan penerimaan negara. Kebijakan fiskal mencakup 2 instrumen yaitu:
1. Kebijakan fiskal bersifat kuantitatif
Yaitu mengenai jumlah uang yang akan dibelanjakan .
2. Kebijakan fiskal bersifat kualitatif
Yaitu mencakup skala prioritas dalam pembelanjaan.
C. Kebijakan Ekonomi Mikro dan Makro
Adapun contoh dari kebijakan pemerintah dalam ekonomi mikro, yaitu :
a)  Penetapan Harga Minimum
Penetapan ini dilakukan oleh pemerintah untuk melindungi produsen.
b)  Penetapan Harga Maksimum
Penetapan ini dilakukan oleh pemerintah untuk melindungi Konsumen.
Adapun contoh dari kebijakan pemerintah dalam ekonomi makro, yaitu :
a)  Penentuan Tingkat Bunga Bank
Kebijakan ini akan dilakukan oleh pemerintah jika inflasi sudah terlampau tinggi.
b)  Penambahan Jumlah uang yang beredar
Kebijakan ini akan dilakukan pemerintah jika terjadi deflasi .
Tujuan Kebijakan Ekonomi
1. Mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
Tujuan ini dapat dicapai dengan bertambahnya kuantitas dan kualitas factor-faktor produksi dalam jangka panjang seperti tenaga kerja, modal dan teknologi, sehingga kapasitas produksi nasional terus dapat ditingkatkan.
2. Mewujudkan keadaan ekonomi yang stabil.
Keadaan ekonomi yang stabil dapat dicapai dengan kestabilan tingkat pendapatan dan penggunaan tenaga kerja yang penuh. Kekurangan pengeluaran agregat merupakan faktor yang terpenting yang menimbulkan keadaan tersebut. Kebijakan-kebijakan pemerintah yang berusaha menambah pengeluaran agregat biasanya hanya mampu mengurangi pengangguran tetapi tidak selalu dapat mencapai kegiatan perekonomian pada penggunaan tenaga kerja.
3. Menghindari inflasi.
Tingkat inflasi dapat dikendalikan dengan menjaga kestabilan dalam tingkat harga, kestabilan ekspor dan impor yang menjamin keamanan neraca pembayaran.
4. Penggunaan tenaga kerja penuh tanpa inflasi.
Dua tujuan ini sulit diciptakan sekaligus karena bagaikan dua sisi mata uang, apabila kebijakan pemerintah meningkatkan pengeluaran mungkin dapat meningkatkan kesempatan kerja tetapi tidak dapat menjamin stabilnya harga-harga. Sebaliknya, jika kebijakan pemerintah mengurangi pengeluaran memang dapat menekan inflasi tetapi tidak dapat mengatasi masalah pengangguran.
5. Neraca pembayaran yang tidak defisit.
Sumber defisit neraca pembayaran Indonesia adalah pada neraca transaksi berjalan dari jasa dan lalu lintas modalnya minus. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pemerintah di sektor keuangan dan perdagangan yang dapat menggairahkan ekspor dan investasi luar negeri.
6. Mewujudkan pemerataan dan keadilan pembangunan.
Jika pembangunan ekonomi dan hasil-hasilnya terdistribusi secara adil ke semua golongan masyarakat maka kemakmuran dapat dicapai. Namun jika tidak tercapai keadilan, maka akan muncul berbagai gejolak seperti tuntutan pelaksanaan otonomi khusus dan keinginan sebagian daerah untuk merdeka.

Sumber :